Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Efektifitas Mengajar

Pendidikan memiliki peran dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dengan mengembangkan potensi yang ada dalam diri, sehingga membutuhkan manajemen yang tepat. Manajemen kelas berasal dari 2 kata yaitu manajemen dan kelas. Manajemen  adalah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, dan mengendalikan usaha setiap anggota untuk mencapai tujuan. Sedangkan kelas adalah tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar. Sehingga manajemen kelas merupakan usaha untuk mengatur, mengorganisasi kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. Usaha dalam hal ini yaitu penyiapan bahan ajar, sarana dan prasarana pembelajaran, ruang belajar sehingga mewujudkan suasana belajar yang efektif.

Tujuan adanya manajemen kelas yaitu untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran, selain itu tujuan dari manajemen kelas juga menciptakan suasana kelas yang nyaman untuk keberlangsungan proses belajar mengajar. Sehingga dari proses tersebut yang terarah dan efektif, dapat tercapainya tujuan yaitu sumber daya manusia yang berkualitas.

Prinsip-prinsip Manajemen Kelas

Meminimalkan timbulnya masalah atau gangguan dalam mengelola atau manajemen kelas memerlukan prinsip dasar ini. Prinsip  manajemen kelas tersebut yaitu:

Guru harus hangat dan antusias

Seorang guru dapat melakukan beberapa hal berikut untuk memiliki sikap yang hangat kepada siswa.

a. Bertanya tentang kabar siswa atau siswi sebelum memulai pembelajaran

b. Menyediakan waktu dan kesempatan kepada peserta didik untuk mengemukakan persoalan-persoalan yang sisa hadapi.

c. Berdoa untuk peserta didik, sehingga terjalin emosional antara siswa dan guru.

Sedangkan  untuk memiliki sikap antusias kepada siswa, maka guru dapat melakukan beberapa langkah yaitu:

a. Senantiasa memberikan pujian kepada siswa

b. Guru berusaha untuk membantu masalah yang dihadapi siswa.

c. Sering untuk saling mengemukakan pendapat

d. Menghargai setiap pendapat siswa, sehingga tercipta suasana yang akrab di kelas.

Guru harus mampu memberikan tantangan

Sebagain besar siswa menyukai  beberapa tantangan untuk melatih antusias rasa ingin tahu mereka. Sehingga, guru harus mampu untuk memberikan tantangan untuk memancing  antusias siswa dalam mengikuti kegiatan belajar. Guru dapat melakukan beberapa langkah, yaitu:

a. Melakukan evaluasi sederhana secara kontinyu setiap Minggu

b. Menyelingi kegiatan belajar dengan kuis atau mengajak siswa untuk belajar di outdoor

c. Mengaitkan persoalan dengan dunia luar yang sifatnya praktis.

d. Menggunakan metode yang bervariasi karena rasa bosan dapat berpengaruh terhadap konsentrasi belajar siswa.

Guru harus mampu bersikap luwes

Artinya  dalam kelas, guru tidak harus memposisikan diri sebagai orang yang serba tahu. Sesekali, gitu mampu menempatkan sebagai seorang “saudara”, “orang tua” ataupun “sahabat” bagus siswanya. Pergaulan seperti ini dapat menumbuhkan rasa saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Guru dapat melakukan beberapa hal untuk menumbuhkan sikap tersebut, antara lain:

a. Memperlakukan siswa layaknya saudara atau anak sendiri. Sehingga siswa tidak canggung untuk meminta bantuan atau bercerita mengenai masalahnya.

b. Sesekali panggil peserta didik dengan panggilan “nak”. Penggilan tersebut semacam ini mampu menimbulkan kesan mendalam yaitu perasaan seolah siswa adalah anaknya sendiri.

c. Sering menghabiskan waktu bersama siswa seperti bermain di waktu senggang, dan menghindari sifat gengsi yang terlampau kaku kepada siswa.

Kuanta Indonesia berpengalaman dan terpercaya sebagai partner bertransformasi pendidikan melalui layanan konsultasi, pelatihan, pengembangan kepemimpinan, riset. Serta pendampingan berkelanjutan untuk menjadi lembaga pendidikan terbaik. Kuanta juga berpengalaman dalam bekerjasama dengan kementerian pendidikan, dinas pendidikan, dan yayasan pendidikan. Selain itu juga dengan CSR, Pengurus Yayasan, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, dan tenaga Pendidik lainnya.

Sumber : Astuti, A. S. T. U. T. I. (2019). Manajemen Kelas yang Efektif. Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam9(2), 892-907.


Temukan artikel kami yang lain di link berikut : Kumpulan Artikel Kuanta
Simak juga update terbaru dari kami melalui channel : youtube Kuanta Indonesia
Follow instagram kami di @kuantaindonesia


Bagikan Artikel :

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Pinterest

Bukan Sekadar Nilai! Strategi Jitu Mengasah Soft Skills Siswa

Pentingnya Soft Skills dalam Pendidikan dan Karier Soft skill merupakan aspek penting dalam kehidupan yang mendukung kesuksesan seseorang. Di dunia pendidikan, nilai akademik sering kali ...
Read More →

Pembelajaran Mendalam dengan Membangun Pemahaman yang Berkelanjutan

Dalam era pendidikan modern, pendekatan pembelajaran semakin bergeser dari sekadar transfer pengetahuan menjadi penciptaan pemahaman yang lebih mendalam. Konsep pembelajaran mendalam (deep learning) menekankan pada ...
Read More →

Sekolah Bakti BCA & Kuanta Gelar Sosialisasi Tahun Kedua di IKN

Penajam Paser Utara, 10 Maret 2025 – Komitmen PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) dalam mendukung kemajuan pendidikan Indonesia terus berlanjut melalui program Sekolah Model ...
Read More →