Serial Transformasi Pendidikan: Semua Sudah Dipikirkan AI

Kecerdasan Buatan (AI) telah menjadi salah satu teknologi paling disorot dalam beberapa tahun terakhir. Kemampuannya untuk meniru kecerdasan manusia dan menyelesaikan tugas-tugas kompleks telah membuka peluang baru di berbagai bidang. Mulai dari kesehatan dan keuangan hingga di sektor dunia pendidikan. AI pada pendidikan berkembang dengan pesat yang disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang mendukung seperti kemajuan dalam komputasi awan, ketersediaan data yang besar, dan peningkatan algoritma AI. Komputasi awan menyediakan infrastruktur yang kuat dan scalable dalam menjalankan algoritma AI yang kompleks. Selain itu, Algoritma AI membutuhkan data yang besar untuk merancang sebuah konsep baru yang lebih canggih dan efisien. 

Kuanta Indonesia telah mengeluarkan E-Book berjudul “Semua Sudah Dipikirkan AI”. Dalam buku ini membahas terkait era teknologi saat ini dapat digunakan sebagai alat penambang data dan memanipulasi perilaku seseorang. Tema lain yang muncul saat ini yaitu individu lebih mengedepankan emosi dan perasaan dalam mencari sebuah fakta. Keterbukaan informasi yang luar biasa justru menciptakan anomali bahaya fragmentasi masyarakat. Algoritma media sosial tidak memberikan informasi objektif sesuatu apa yang kita butuhkan, tetapi menyajikan informasi sesuai yang kita inginkan. Kita terpola untuk tidak mencari kebenaran, tetapi mencari pembenaran atas sikap, opini, kecenderungan subjektif. Hal ini dapat dibaca oleh algoritma media sosial sebelumnya.

Pada dunia pendidikan, penggunaan AI masih menuai banyak perdebatan pro dan kontra. Adapun yang menjadi ancaman adalah bagaimana keamanan kerja dan proses belajar menjadi berubah dan mengalami bias teknologi. Namun, dibalik berbagai tantangan terdapat banyak penawaran dan peluang khususnya dalam dunia pendidikan. Peningkatan produktivitas, pembelajaran hemat biaya, dan peningkatan keterlibatan dan motivasi siswa. Dengan cara yang sama, perkembangan di bidang AI dapat berdampak besar pada interaksi antara pendidik dan peserta didik. Pada umumnya hal ini dapat melemahkan inti pendidikan, yaitu memupuk kemauan bebas dan kemandirian serta pemikiran kritis melalui kesempatan belajar. 

Melalui program-program seperti pengadaan buku teks gratis, pelatihan guru, dan pengembangan kurikulum inovatif, Kuanta Indonesia telah berhasil mengeluarkan E-Book sebagai upaya mendukung peningkatan literasi digital. Dengan terus mendukung inisiatif-inisiatif seperti Kuanta Indonesia, kita dapat melihat perubahan positif yang signifikan dalam landscape pendidikan Indonesia khususnya pada bidang teknologi.

E-Book terbaru Kuanta telah hadir dengan judul “Semua Sudah Dipikirkan AI” sebagai serial buku transformasi pendidikan. Buku ini menghadirkan bagaimana AI bekerja dan dampaknya pada dunia pendidikan saat ini. Dikombinasikan dengan praktik nyata, segala informasi pada E-book #35  ini akan membuat anda lebih memahami karakteristik AI. Selengkapnya dapat diakses pada : kuanta.id/ebook-edisi-35

Kuanta telah dipercaya oleh menjadi kementerian, dinas pendidikan, yayasan pendidikan, sekolah, CSR, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, Pengurus Yayasan, Direktur Pendidikan.

Bagikan Artikel :

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Pinterest

Peran Teknologi Pendidikan Untuk Menunjang Pembelajaran Digital

Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, teknologi telah menjadi komponen penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Pembelajaran digital, yang menggabungkan teknologi ...
Read More →

Hubungan antara Kreativitas Mengajar Guru dan Prestasi Siswa

Kreativitas guru dalam mengajar merupakan salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap prestasi siswa. Guru yang kreatif mampu menciptakan pembelajaran yang menarik, bermakna, dan berpusat ...
Read More →

Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Efektifitas Mengajar

Pendidikan memiliki peran dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dengan mengembangkan potensi yang ada dalam diri, sehingga membutuhkan manajemen yang tepat. Manajemen kelas berasal dari 2 ...
Read More →