Fathimah International Elementary School (FIES) Perkuat School Quality Assurance dan Kesiapan Menuju Mutu Internasional

Upaya meningkatkan kualitas sekolah membutuhkan lebih dari sekadar program yang banyak. Sekolah perlu memastikan setiap program berjalan efektif, memberikan dampak bagi peserta didik, memiliki sistem evaluasi yang jelas, dan selaras dengan arah pengembangan sekolah.

Sebagai bagian dari School Improvement Program Tahun 2, Kuanta Indonesia mendampingi Fathimah International Elementary School (FIES), Yayasan Fathimah Binti Said Gauzan, melalui Workshop School Quality Assurance yang dilaksanakan selama tiga hari pada 11–13 Mei 2026.

Workshop ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam memperkuat penjaminan mutu sekolah, memetakan kesiapan akreditasi, mengevaluasi efektivitas program, serta mengembangkan program sekolah dengan perspektif yang lebih global.

Kegiatan dilaksanakan secara intensif melalui observasi, wawancara, telaah dokumen, pemetaan program, diskusi, brainstorming, hingga penyusunan rencana tindak lanjut. Pendampingan difasilitasi oleh Coach Yuni Istikhah, Coach Rizqi Khoirunnisa, dan Coach Nurdiah Rachmawati dari Kuanta Indonesia.

Mengintegrasikan Kesiapan Akreditasi dan Penjaminan Mutu Sekolah

Workshop dirancang melalui dua jalur utama yang berjalan secara terintegrasi.

Jalur pertama berfokus pada pendampingan akreditasi sekolah. Tim melakukan pengamatan pembelajaran di kelas, wawancara dengan murid, guru, wali murid, kepala sekolah, serta pimpinan yayasan. Selain itu, dilakukan telaah terhadap dokumen kinerja pendidik, kepemimpinan kepala satuan pendidikan, dan iklim lingkungan belajar berdasarkan komponen akreditasi.

Pendekatan ini membantu sekolah melihat kesiapan akreditasi bukan hanya sebagai persoalan kelengkapan dokumen, tetapi sebagai proses untuk memastikan praktik pembelajaran, kepemimpinan, dan budaya sekolah benar-benar berjalan sesuai standar yang diharapkan.

Jalur kedua berfokus pada Programme Quality Assurance dan internasionalisasi sekolah. Melalui jalur ini, sekolah diajak memetakan seluruh program yang dimiliki, memeriksa vitalitas pelaksanaannya, serta melihat kembali setiap program menggunakan perspektif Cambridge Learner Attributes dan standar global.

Kedua jalur tersebut menjadi bagian penting dalam strategi peningkatan mutu sekolah yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

Memetakan 34 Program Sekolah untuk Menentukan Prioritas Pengembangan

Salah satu hasil penting workshop adalah tersusunnya pemetaan program yang telah dijalankan FIES sepanjang 2025 hingga awal 2026.

Dari proses programme mapping, teridentifikasi sebanyak 34 program sekolah, dengan delapan di antaranya terindikasi belum berjalan secara maksimal.

Program-program tersebut kemudian ditinjau kembali melalui proses Programme Inventory dan Programme Vitality Check dengan mengacu pada sistem Quality Assurance, Jaminan Mutu, serta Outstanding Curriculum yang telah dimiliki sekolah.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sejumlah program memerlukan penyesuaian agar implementasinya lebih efektif dan terarah. Beberapa program perlu digabungkan, dikembangkan kembali melalui rebranding, maupun dieliminasi agar sekolah dapat lebih fokus pada program yang benar-benar memberikan dampak.

Proses ini menjadi fondasi penting dalam membangun program unggulan sekolah. Sekolah tidak hanya ditantang menciptakan program baru, tetapi juga memastikan program yang sudah tersedia memiliki tujuan, indikator keberhasilan, sistem monitoring, dan identitas yang jelas.

Memperkuat Dimensi Internasional dalam Program Sekolah

Dalam sesi Cambridge Lens, tim sekolah diajak melihat kembali program-program yang telah berjalan dari perspektif internasional.

Peninjauan dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari tema, bentuk aktivitas hingga identitas atau branding program. Tujuannya adalah mengidentifikasi bagaimana unsur internasional, kemampuan berbahasa Inggris, dan global thinking dapat semakin diperkuat dalam pengalaman belajar siswa.

Melalui proses brainstorming, muncul beberapa gagasan pengembangan seperti English Camp dan International Partnership. Sejumlah program yang sudah berjalan juga diarahkan untuk dikembangkan kembali agar memiliki dimensi internasional yang lebih kuat.

Sekolah juga didorong untuk mengidentifikasi kompetisi tingkat nasional maupun internasional yang dapat diikuti oleh guru sebagai bagian dari professional development.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa internasionalisasi sekolah tidak hanya berkaitan dengan penggunaan kurikulum atau sumber belajar internasional. Lebih jauh, internasionalisasi perlu tercermin dalam aktivitas siswa, kompetensi guru, pengelolaan program, kemampuan bahasa, serta cara sekolah membangun wawasan global.

Menyiapkan Implementasi Program untuk Tahun Ajaran 2026/2027

Workshop tidak berhenti pada tahap evaluasi. Sekolah bersama Kuanta Indonesia juga menyusun sejumlah rencana tindak lanjut sebagai bagian dari penguatan penjaminan mutu sekolah. Langkah ini dilakukan agar hasil evaluasi dapat diterjemahkan menjadi program, instrumen, dan strategi implementasi yang lebih terarah pada periode berikutnya.

Salah satu fokusnya adalah kesiapan sekolah dalam menggunakan learning resources Cambridge pada Tahun Ajaran 2026/2027. Guru mata pelajaran Math, Science, dan English perlu dipersiapkan agar mampu menerapkan sumber belajar tersebut secara optimal dalam proses pembelajaran.

Selain itu, program-program yang telah direbranding perlu dikembangkan dalam bentuk profil program yang lebih sistematis. Profil tersebut nantinya dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi orang tua sekaligus menjadi acuan sekolah dalam memastikan pelaksanaan setiap program tetap selaras dengan tujuan dan standar yang telah ditetapkan.

Instrumen monitoring dan evaluasi untuk program unggulan juga akan diperbarui agar sekolah memiliki mekanisme pengukuran yang lebih konsisten. Melalui langkah tersebut, penjaminan mutu sekolah tidak hanya berfungsi untuk mengevaluasi program, tetapi juga menjadi sistem yang membantu sekolah memantau implementasi, mengukur ketercapaian, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Kesimpulan

Workshop School Quality Assurance bersama Fathimah International Elementary School menjadi salah satu langkah untuk membangun sistem peningkatan mutu yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Melalui pemetaan 34 program sekolah, identifikasi kesiapan akreditasi, evaluasi program, penguatan dimensi internasional, penyusunan instrumen Quality Assurance, hingga perumusan tindak lanjut, sekolah memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi saat ini dan prioritas pengembangan berikutnya.

Transformasi sekolah tidak selalu dimulai dengan menciptakan sebanyak mungkin program baru. Transformasi dapat dimulai dengan satu langkah mendasar: memastikan setiap program yang dijalankan memiliki tujuan yang jelas, kualitas yang terjaga, dan dampak yang dapat diukur.

Bagi sekolah, yayasan, maupun lembaga pendidikan yang sedang mempersiapkan akreditasi, mengembangkan program unggulan, membangun sistem jaminan mutu, atau merancang transformasi sekolah secara menyeluruh, pendekatan berbasis pemetaan dan Quality Assurance dapat menjadi fondasi penting untuk menentukan langkah pengembangan yang lebih tepat.


Kuanta merupakan partner transformasi pendidikan melalui layanan konsultasi, pelatihan, pengembangan kepemimpinan, riset dan pendampingan berkelanjutan untuk menciptakan masa depan pendidikan terbaik di indonesia. Kuanta dipercaya oleh Kementerian Pendidikan, Dinas Pendidikan, CSR-Perusahaan, Yayasan, dan Sekolah untuk mendorong inovasi pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Temukan artikel kami yang lain di link berikut :Kumpulan Artikel Kuanta
Simak juga update terbaru dari kami melalui channel :youtube Kuanta Indonesia
Follow instagram kami di@kuantaindonesia

Bagikan Artikel :

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Pinterest

Yayasan Ar-Rahmah Sulawesi Perkuat Manajemen SDM Sekolah dan SOP Yayasan Pendidikan

Manajemen SDM Sekolah menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun lembaga pendidikan yang profesional dan berkelanjutan. Seiring berkembangnya organisasi, yayasan membutuhkan kebijakan, prosedur, dan administrasi ...
Read More →

Fathimah International Elementary School (FIES) Perkuat School Quality Assurance dan Kesiapan Menuju Mutu Internasional

Upaya meningkatkan kualitas sekolah membutuhkan lebih dari sekadar program yang banyak. Sekolah perlu memastikan setiap program berjalan efektif, memberikan dampak bagi peserta didik, memiliki sistem ...
Read More →

Strategi Peningkatan Mutu Guru untuk Mewujudkan Pembelajaran Berkualitas

Guru memegang peran sentral dalam sistem pendidikan. Mereka tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga membentuk karakter dan mengembangkan potensi siswa. Oleh karena itu, ...
Read More →