Yayasan Ar-Rahmah Sulawesi mengambil langkah strategis dalam memperkuat arah pengembangan lembaga melalui kegiatan Pendampingan Penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) dan Rencana Strategis (Renstra) yang dilaksanakan secara offline pada 3–5 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi yayasan untuk menyatukan visi, merumuskan prioritas, serta membangun fondasi pengembangan jangka panjang yang lebih terarah dan terukur.
Pendampingan ini menghadirkan tim fasilitator dari Kuanta Indonesia, yaitu Shobikhul Qisom, Ahmad Hasan Bashori, dan M. Arsyad, dengan fokus utama membantu yayasan memahami keterkaitan antara RIP dan Renstra, memetakan kondisi aktual lembaga, hingga menghasilkan draft dokumen yang aplikatif untuk dijalankan. Dalam activity report disebutkan bahwa target kegiatan ini mencakup peningkatan pemahaman peserta, penyusunan arah pengembangan jangka panjang, perumusan visi-misi, strategi, indikator kinerja, hingga kerangka implementasi untuk monitoring dan evaluasi.
Menyusun Peta Jalan Yayasan yang Lebih Jelas
Dalam proses pendampingan, Yayasan Ar-Rahmah Sulawesi tidak hanya membahas dokumen administratif, tetapi juga mendalami aspek strategis yang menjadi dasar pengembangan lembaga. Berbagai topik dibahas secara bertahap, mulai dari pengantar RIP, arah dasar yayasan, analisis strategis, workshop peta jalan 25 tahun, skema pembiayaan dan pengembangan aset, hingga pengantar Renstra, SWOT, tujuan strategis, program prioritas, dan monitoring evaluasi. Semua materi ini dirancang agar yayasan memiliki arah gerak yang jelas untuk masa depan..
Langkah Strategis Yayasan untuk Masa Depan Lembaga
Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyusunan RIP dan Renstra bukan sekadar formalitas, melainkan proses penting untuk memastikan yayasan memiliki arah pengembangan yang realistis, terukur, dan relevan dengan tantangan masa kini. Dengan pendampingan yang terstruktur, yayasan dapat lebih mudah menerjemahkan visi besar ke dalam sasaran strategis, program kerja, hingga indikator keberhasilan yang bisa dipantau secara berkelanjutan.
Bagi yayasan, sekolah, maupun lembaga pendidikan lainnya, langkah yang dilakukan Yayasan Ar-Rahmah Sulawesi ini bisa menjadi inspirasi. Di tengah perubahan kebutuhan masyarakat dan tantangan pengelolaan lembaga yang semakin kompleks, memiliki peta jalan jangka panjang dan strategi menengah yang jelas menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan.
Komitmen Melanjutkan ke Tahap Implementasi
Sebagai tindak lanjut, activity report mencatat bahwa hasil yang telah disepakati bersama akan diteruskan pada tahap penyelesaian dokumen RIP dan Renstra yayasan. Ini menandai bahwa pendampingan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi diarahkan menjadi dokumen strategis yang siap digunakan sebagai acuan pengembangan kelembagaan ke depan.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Ar-Rahmah Sulawesi menunjukkan komitmen kuat untuk bertumbuh secara lebih sistematis. Langkah ini sekaligus menjadi pesan penting bagi lembaga lain bahwa transformasi kelembagaan dapat dimulai dari satu keputusan strategis: menyusun arah masa depan dengan lebih serius, terukur, dan kolaboratif.
Kuanta merupakan partner transformasi pendidikan melalui layanan konsultasi, pelatihan, pengembangan kepemimpinan, riset dan pendampingan berkelanjutan untuk menciptakan masa depan pendidikan terbaik di indonesia. Kuanta dipercaya oleh Kementerian Pendidikan, Dinas Pendidikan, CSR-Perusahaan, Yayasan, dan Sekolah untuk mendorong inovasi pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
Temukan artikel kami yang lain di link berikut: Kumpulan Artikel Kuanta
Simak juga update terbaru dari kami melalui channel: youtube Kuanta Indonesia
Follow instagram kami di @kuantaindonesia