Cara Mudah Membuat Modul Ajar

Selamat datang di Kuanta Indonesia. Dalam artikel ini kita akan bahas bagaimana cara mudah membuat modul ajar. Tidak hanya itu, kita juga akan bahas apa manfaatnya kita membuat modul ajar sendiri? Kenapa nggak tinggal copas aja?

Sebelumnya kita sudah lama mengenal RPP. RPP adalah Rencana Proses Pembelajaran sebuah dokumen penting yang berisi gambaran bagaimana suatu pembelajaran akan dilakukan selama satu kali pertemuan, satu semester, atau lebih. Biasanya kita mempersiapkan nya sebelum memulai kegiatan pembelajaran di sekolah. 

Kini ditengah tengah kurikulum merdeka kita mengenal Modul Ajar. Modul Ajar memiliki peranan yang sangat penting karena perangkat ajar ini berperan sebagai petunjuk sekaligus pedoman kita untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. Maka dari itu, kita harus dapat merancang dan mengembangkan Modul Ajar dengan baik.

Salah satu fungsi modul ajar untuk mengurangi beban kita dalam menyajikan konten sehingga kita dapat memiliki banyak waktu untuk menjadi tutor dan membantu siswa pada proses pembelajaran.

Perangkat ajar ini merupakan bentuk penerapan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang dikembangkan dari Capaian Pembelajaran (CP) dan dilengkapi dengan langkah-langkah pembelajaran, rencana asesmen, hingga sarana yang dibutuhkan agar dapat menjalani pembelajaran yang lebih terorganisir.

Lalu apa manfaatnya kita membuat modul ajar sendiri?

Disini ada beberapa manfaat yang bisa kita rasakan setelah membuat modul ajar sendiri untuk siswa kita. Beberapa diantaranya adalah

1. Menimbulkan Merasa Puas

Modul tidak jauh berbeda dengan karya tulis yang lainnya. Ketika modul tersebut dirasakan manfaatnya oleh para siswa, atau mungkin juga modul tersebut digunakan oleh guru lainnya, maka akan menghadirkan rasa puas yang luar biasa. Terutama kita bisa merasa puas karena tidak copas.

Namun yang pasti, kepuasan tersebut akan hadir ketika modul tersebut dapat mengantarkan anak didik sukses dalam belajar. 

Jika anda membuatnya dengan cara copas milik orang lain, maka tentu tidak akan hadir rasa kepuasan itu.

2. Terbebas dari Rutinitas

Loh kok bisa?

Modul akan membuat kita terbebas dari rutinitas. Bukan berarti kita bebas dari kegiatan belajar mengajar. Namun kebebasan tersebut lebih mengarah kepada kebebasan dari rutinitas persiapan sebelum mengajar. 

Sebelum mengajar, setiap kita sudah pasti harus menyiapkan materi yang akan disampaikan pada siswa setiap harinya.  Hal itu terkadang akan terasa memberatkan. Apalagi ketika kita sedang dalam kondisi buru-buru. Semuanya akan terasa berat. 

Berbeda jika kita sudah memiliki modul, kita tak perlu melakukan persiapan yang berat tiap hari. Sebab, apa yang akan diajarkan sudah terdapat pada modul yang telah dibuat. Sehingga ia tinggal mengikuti modul tersebut setiap mengajar. 

Misalnya, kita terdesak tak bisa mengajar karena halangan tertentu, modul yang dibuat dapat memberikan aktivitas kelas yang dapat dilakukan oleh siswa sendiri atau guru pengganti.

Yang paling penting ketika kita membuatnya sendiri, maka kita akan sangat memahami dan menjiwai modul tersebut. Sehingga apa yang ingin kita lakukan sudah sangat jelas terencana dalam Modul Ajar kita. Tidak ada lagi yang namanya insidentil dll selama proses pembelajaran. 

Kalau kita copas maka rasa nya ruh nya tidak akan sama, terutama yang sampai kedalam diri siswa kita. Coba aja buat sendiri kalau mau tau sensasinya.

3. Belajar Jadi Tepat Sasaran

Dengan modul, maka pengajaran  akan lebih tepat sasaran. Tidak ada waktu terbuang untuk mempelajari hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dalam satuan pelajaran tertentu. 

Yang terjadi dalam pembelajaran tradisional biasanya mengandalkan buku pelajaran yang tebal. Keluasan bahasan dalam buku tersebut terkadang bisa membuat guru dan siswa bingung sendiri. Guru dan siswa tidak tahu tingkat kepahaman dari banyak topik dalam buku tersebut. 

Maka dengan modul, pemahaman siswa dapat diukur secara pasti berdasarkan materi yang tercakup dalam modul tersebut. 

Dan perlu ditekankan lagi, bahwa modul ajar ini akan sangat pas dengan kecepatan belajar siswa kita dan pas dengan sekolah kita ketika kita buat sendiri. Karena tidak ada yang mengenal siswa kita lebih baik lagi dibanding kita sebagai gurunya. 

Orang lain itu membuat modul ajar untuk sekolah nya, untuk kelasnya. Bagaimana mungkin kita copas dan berharap itu akan pas dengan sekolah dan kelas kita. Dari sisi demografi saja berbeda misalnya.

Ingin tahu bagaimana cara membuat modul yang dapat digunakan sebagai pegangan siswa? 

Lalu bagaimana kah cara mudah membuat modul ajar?

Pertama kita harus tau dulu apa saja komponen nya

1. Informasi Umum

Dalam bagian informasi umum terdapat komponen:

  • Judul Modul Ajar
  • Pemilihan satuan dan jenjang pendidikan
  • Pemilihan Fase dan kelas
  • Pemilihan mata pelajaran
  • Deskripsi umum modul ajar
  • Identitas penulis modul

2. Capaian dan Tujuan Pembelajaran

Adapun komponen yang terdapat pada bagian capaian dan tujuan pembelajaran adalah:

  • Capaian Pembelajaran
  • Tujuan Pembelajaran dari keseluruhan Modul Ajar
  • Alur Tujuan Pembelajaran
  • Dimensi Profil Pelajar Pancasila

3. Detail Rancangan Penggunaan

Bagian detail rancangan penggunaan dalam Modul Ajar terdiri dari komponen:

  • Total alokasi Jam Pembelajaran (JP) dan jumlah pertemuan
  • Penentuan model belajar (daring, luring, campuran)
  • Sarana Prasarana
  • Prasyarat Kompetensi

4. Detail Pertemuan

Pada bagian detail pertemuan, ada tiga komponen penting yang harus dimuat di dalamnya, yaitu:

  • Alokasi Jam Pembelajaran (JP) per pertemuan
  • Rincian Kegiatan Pembelajaran, yang disarankan terdiri dari:
  • Tujuan Pembelajaran
  • Indikator Keberhasilan
  • Pertanyaan Pemantik
  • Daftar perlengkapan ajar
  • Daftar lampiran materi pendukung
  • Langkah pembelajaran
  • Rencana asesmen
  • Rencana diferensiasi
  • Lampiran  atau Materi Pendukung dapat terdiri dari:
  • Referensi materi / media pembelajaran
  • Lembar kerja / Latihan / Asesmen
  • Instrumen Refleksi.
  • Setelah

Selain itu kita juga perlu memperhatikan kriteria yang harus dimiliki oleh sebuah Modul Ajar

1. Esensial

Modul ajar bersifat esensial artinya pemahaman konsep dari setiap mata pelajaran bisa  diambil dari pengalaman belajar dan lintas disiplin.

2. Menarik, Bermakna, dan Menantang

Artinya, Modul Ajar dapat menumbuhkan minat belajar siswa serta melibatkan mereka secara aktif dalam proses belajar.  

Selain itu, Modul Ajar juga harus berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya sehingga tidak terlalu kompleks, tetapi juga tidak terlalu mudah untuk tahapan usia siswa sehingga siswa dapat mencapai Capaian Pembelajaran dengan baik. 

3. Relevan dan Kontekstual

Kriteria Modul Ajar berikutnya adalah relevan dan kontekstual. Ini artinya, Modul Ajar dapat terhubung dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh siswa sebelumnya, serta sesuai dengan konteks di waktu dan tempat siswa berada.

4. Berkesinambungan

Berkesinambungan berarti adanya hubungan atau keterkaitan alur kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan fase belajar siswa.

5. Penyajian

Dalam penulisan modul ajar, guru sebaiknya menggunakan bahasa dan visual yang sederhana, mudah dipahami, dan disajikan secara menarik. 

6. Kelengkapan

Kelengkapan berarti Modul Ajar memuat seluruh komponen yang dibutuhkan, mulai dari informasi umum, capaian dan tujuan pembelajaran, detail rancangan penggunaan, hingga detail pertemuan. 

Lalu bagaimana cara menyusun nya? Bisa dimulai dari mana?

Berikut beberapa prinsip dasar penyusunan Modul Ajar yang perlu kita perhatikan

  • Karakteristik, kompetensi dan minat peserta didik di setiap fase. 
  • Perbedaan tingkat pemahaman, dan variasi jarak (gap) antar tingkat kompetensi yang bisa terjadi di setiap fase. 
  • Melihat dari sudut pandang pelajar, bahwa setiap peserta didik itu unik.
  • Bahwa belajar harus berimbang antara intelektual, sosial, dan personal dan semua hal tersebut adalah penting dan saling berhubungan.
  • Tingkat kematangan setiap peserta didik tergantung dari tahap perkembangan yang dilalui oleh seorang peserta didik dan merupakan dampak dari pengalaman sebelumnya

Terakhir adalah langkah langkah bagaimana kita menyusun modul ajar ini?

Berikut langkah-langkah Cara Mudah Membuat Modul Ajar. 

  1. Menganalisis kondisi dan kebutuhan guru dan siswa berdasarkan latar belakang, serta sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah, sekaligus kemampuan dan kreativitas yang dimiliki oleh guru.
  2. Mengidentifikasi dan menentukan dimensi Profil Pelajar Pancasila. Pada langkah ini, guru dapat memilih beberapa dimensi Profil Pelajar Pancasila yang paling memungkinkan untuk dikembangkan dalam pembelajaran. Misalnya, untuk materi Pancasila pada mapel PPKn, dimensi Profil Pelajar Pancasila yang dipilih adalah berkebinekaan global dan bernalar kritis.
  3. Menentukan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang akan dikembangkan menjadi Modul Ajar.
  4. Menyusun Modul Ajar berdasarkan komponen yang tersedia. Pada langkah ini, guru juga bisa menambahkan komponen lain yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. 
  5. Setelah Modul Ajar selesai disusun, guru dapat langsung menggunakannya dalam kegiatan pembelajaran. 
  6. Setelah melakukan kegiatan pembelajaran, guru dapat melakukan evaluasi mengenai efektivitas Modul Ajar dalam kegiatan pembelajaran sekaligus menentukan tindak lanjut untuk pembelajaran selanjutnya. 

Ini contoh modul ajar kurikulum merdeka, jangan lupa follow Instagram kami untuk update terbaru. Semoga bisa bermanfaat untuk membantu mengetahui Cara Mudah Membuat Modul Ajar.

Contoh Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka
——————————————————————————
Ditulis dan di edit oleh : Coach Indra

Bagikan Artikel :

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Pinterest

Peran Teknologi Pendidikan Untuk Menunjang Pembelajaran Digital

Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, teknologi telah menjadi komponen penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Pembelajaran digital, yang menggabungkan teknologi ...
Read More →

Hubungan antara Kreativitas Mengajar Guru dan Prestasi Siswa

Kreativitas guru dalam mengajar merupakan salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap prestasi siswa. Guru yang kreatif mampu menciptakan pembelajaran yang menarik, bermakna, dan berpusat ...
Read More →

Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Efektifitas Mengajar

Pendidikan memiliki peran dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dengan mengembangkan potensi yang ada dalam diri, sehingga membutuhkan manajemen yang tepat. Manajemen kelas berasal dari 2 ...
Read More →