“Strategi Efektif dalam Manajemen Kepemimpinan Sekolah”

Menurut Yuliani dan Kristiawan (2016), kepemimpinan melibatkan proses pengaruh sosial di mana seseorang dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk mengatur aktivitas dan hubungan di dalam sebuah kelompok atau organisasi. Manajemen kepemimpinan sekolah identik dengan kepala sekolah. Banyak Kepala Sekolah yang belum memiliki kualifikasi baik dalam hal manajerial sekolah. Selain itu, banyak Kepala Sekolah yang belum tepat dalam menerapkan fungsi mereka sebagai administrator. Ketidaktepatan ini terkait dengan beberapa faktor, termasuk sumber daya manusia yang dimiliki oleh Kepala Sekolah, situasi geografis sekolah, dan persepsi bahwa Kepala Sekolah memegang peranan sentral dalam sekolah. Dengan adanya hal tersebut, timbul persepsi di kalangan guru bahwa Kepala Sekolah adalah figur yang harus dihormati, dipuji, dan diandalkan. Akibatnya, terbentuk jarak antara Kepala Sekolah dan guru, yang menciptakan suasana kerja yang kurang harmonis.

Dalam lingkup sistem sekolah, Kepala Sekolah memegang peran penting dalam memberi motivasi kepada guru agar bekerja dengan baik. Kepala Sekolah harus membentuk manajerial yang baik dengan sistem pengaturan tugas yang jelas. Dengan kompetensinya, Kepala Sekolah seharusnya mampu menerapkan fungsi kepemimpinan yang tepat untuk membentuk sistem manajerial yang baik. Hal ini diharapkan dapat memotivasi bawahannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kepala Sekolah harus mampu menerapkan inovasi, mengarahkan seluruh anggota sekolah, dan membawa organisasi pendidikan ke dalam perubahan pola pikir, serta meningkatkan visi dan misi dengan memanfaatkan bakat, keterampilan, dan kemampuan anggotanya (Andriani dkk, 2018).

Menerapkan strategi untuk mengoptimalkan manajemen kepemimpinan sekolah.

Untuk mencapai manajemen sekolah yang baik, kita perlu menerapkan strategi berikut ini:

  1. Kepala Sekolah harus mendorong sumber daya pendidik/guru untuk terus meningkatkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan globalisasi zaman modern.
  2.  Kepala Sekolah harus memiliki visi dan misi serta strategi manajemen pendidikan secara utuh dan berorientasi kepada mutu pendidikan.
  3. Kepala Sekolah mengatur tata kerja dengan membagi tugas sesuai dengan kompetensi di bidang masing-masing.
  4.  Agar pengadaan media pembelajaran berhasil, diperlukan pengarahan dan pelatihan kepada guru serta tenaga kependidikan. gar mereka dapat menguasai teknologi pendidikan dan menerapkan metode pembelajaran dengan efektif.

Kuanta Indonesia berpengalaman dan terpercaya sebagai partner bertransformasi pendidikan melalui layanan konsultasi, pelatihan, pengembangan kepemimpinan, riset. Serta pendampingan berkelanjutan untuk menjadi lembaga pendidikan terbaik. Kementerian pendidikan, dinas pendidikan, yayasan pendidikan, Sekolah, Direktur Pendidikan telah mempercayakan kuanta sebagai partner layanan konsultasi pendidikan. Selain itu CSR, Pengurus Yayasan, Kepala Sekolah. Wakil Kepala Sekolah, Guru, dan tenaga Pendidik lainnya.

Sumber: Marce, S., Ahmad, S., & Eddy, S. (2020). Manajemen kepemimpinan kepala sekolah sebagai administrator dalam peningkatan kompetensi guru. Dawuh: Islamic Communication Journal1(3), 76-81.


Temukan artikel kami yang lain di link berikut : Kumpulan Artikel Kuanta
Simak juga update terbaru dari kami melalui channel : youtube Kuanta Indonesia
Follow instagram kami di @kuantaindonesia

Bagikan Artikel :

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Pinterest

5 Tools AI untuk Membantu Guru Mengajar di Kelas

Peran guru saat ini semakin kompleks. Selain menyampaikan materi, guru juga dituntut membuat pembelajaran menarik, memahami kebutuhan siswa yang beragam, menyusun asesmen, memberi umpan balik, ...
Read More →

Ketika Kehadiran Teknologi Membuat Anak Malas Berpikir

Di banyak rumah, pemandangan anak sekolah mengerjakan PR kini berubah. Dulu, anak membuka buku, mencoret-coret kertas, lalu bertanya kepada orang tua ketika buntu. Sekarang, sebagian ...
Read More →

Mengapa Pembelajaran Digital Menjadi Kunci Pendidikan Masa Depan?

Perubahan dunia kerja, perkembangan kecerdasan buatan, dan meningkatnya kebutuhan keterampilan abad ke-21 membuat sistem pendidikan tidak bisa lagi berjalan dengan cara yang sama seperti dulu. ...
Read More →