Pengelolaan Keuangan Untuk Guru, Is It Possible?

Halo sahabat pendidik semua, ketemu lagi di Kuanta Indonesia. Financial Management atau dalam bahasa indonesia kita sebut dengan pengelolaan keuangan 5 tahun akhir ini sering sekali kita dengar dan banyak dipelajari baik kalangan ibu rumah tangga maupun profesional. Saat ini kita akan membahas pengelolaan keuangan untuk guru. Sebelum kita membahas pengelolaan keuangan untuk guru mari kita bahas terlebih dahulu besaran penerimaan atau sumber penghasilan guru di Indonesia serta rata rata pengeluaran perkapita di Indonesia. Sebab pengelolaan keuangan untuk guru ini sangat erat hubungannya dengan penerimaan atau sumber penghasilan serta pengeluaran.

Saat ditanya berapa penghasilan guru di indonesia? tentunya kita akan menemukan rentang yang bervariasi antara guru PNS, guru Honorer dan guru Swasta. Dikutip dari www.cnbcindonesia.com gaji guru honorer jenjang SD di tahun 2022 secara umum sebesar Rp. 300.000 sampai Rp. 1.000.000. Sedangkan gaji guru PNS Jenjang SD berada pada rentang Rp. 1.560.800 sampai Rp. 5.901.200. Menurut data Badan Pusat Statistika (BPS) ada agustus 2022 rata rata gaji di sektor jasa pendidikan sekitar Rp. 2.678.918.

Setelah kita mengetahui besaran gaji guru, tentu akan timbul pertanyaan baru di benak kita. Apakah cukup untuk memenuhi kehidupan dasar atau kehidupan sehari hari?. Sedangkan menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata Upah Minimum Provinsi (UMP) di Indonesia adalah Rp 2.720.000. Hal tersebut menunjukkan rata rata gaji guru lebih rendah jika dibandingkan dengan rata rata UMP.

Jika UMP dianggap sebagai batas bawah pemenuhan kebutuhan hidup maka profesi tenaga pendidik menjadi profesi dengan gaji yang belum bisa dikatakan layak dan bisa memenuhi kebutuhan hidup. Bagaimana bisa profesi yang menentukan masa depan sebuah bangsa begitu kecil. Semoga menjadi renungan untuk kita semua. Sumber pendapatan profesi guru bisa dikatakan rendah karena di bawah nilai rata rata Upah Minimum Provinsi (UMP) di Indonesia.

Makanya tidak heran jika profesi guru menempati urutan pertama yang terjerat kasus pinjol yakni sebesar 42%. Mungkin kah untuk profesi guru melakukan proses pengelolaan keuangan jika sumber pendapatannya saja rendah. Jawaban untuk pertanyaan tersebut sangat mungkin, sebab pendapatan yang besar juga tidak menjamin seseorang terbebas dari dari hutang atau menjadi financial freedom.

Karena pengelolaan keuangan untuk Guru terdiri 4 hal penting diantaranya:

1. Sumber pendapatan

Sumber penghasilan dapat diartikan sebagai objek kegiatan yang menghasilkan uang secara berkelanjutan. Kegiatannya bisa bermacam macam diantaranya menjadi pegawai, menjalankan usaha, menjual keahlian, menjual jasa, bahkan investasi.

2. Kebutuhan dan Keinginan

Kebutuhan merupakan suatu barang atau jasa yang harus dipenuhi, sebab jika tidak dipenuhi akan mempengaruhi hidup manusia. Misalnya adalah sandang, papan, dan pangan. Keinginan merupakan suatu barang atau jasa yang ingin dimiliki atau dicapai akan tetapi saat hal tersebut tidak tercapai tidak akan memiliki pengaruh besar pada hidup kita.

3. Tabungan

Tabungan merupakan simpanan yang berbentuk liquid atau mudah diuangkan untuk digunakan sesuai tujuan finansial kita dan pada kondisi tertentu. Terdapat banyak jenis tabungan yakni tabungan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

4. Investasi

Investasi merupakan alat untuk mencapai tujuan jangka panjang. Atau proses membeli sesuatu untuk memperoleh keuntungan di masa depan. Jenis investasi sangat beragam tergantung pada tujuan dan kemampuan finansial masing masing personal. Lebih jelasnya akan kita buat bahasan tersendiri tentang investasi.

Dengan mengelola keuangan kita bisa tau berapa kebutuhan bulanan kita jika sumber income belum bisa memenuhi kebutuhan primer maka kita bisa mulai memikirkan sumber pendapatan lainnya. Karena dengan rumus sederhana awal Pendapatan tidak boleh lebih dari pengeluaran. jika pengeluaran bisa lebih kecil dari pendapatan maka kita bisa melakukan tabungan jangka pendek dan panjang serta mulai memikirkan investasi.

Sebelum membahas lebih jauh tentang apa itu pengelolaan keuangan atau financial management, saya ingin mengajak sahabat pendidik semua memikirkan beberapa kasus artis terkenal yang mudanya mungkin bisa dikatakan bergelimang harta tapi saat di usia tua mereka kekurangan. Bila mereka dahulu bisa bahagia dan sejahtera, namun sekarang hidup sengsara dalam kekurangan, satu hal yang mungkin lupa dilakukan adalah mereka tidak melakukan pengelolaan keuangan dengan baik.

Mereka menghamburkan dan menghabiskan setiap sen yang diperoleh disetiap waktu yang mereka jalani. Mereka telah menikmati dan mereguk kebahagiaan di setiap lembar uang yang melewati tangan mereka, saat mereka produktif. Mereka lupa mengingat bahwa hidup mereka lebih panjang dari pada waktu mereka dalam memperoleh penghasilan. Penghasilan akan terhenti, meski nafas mungkin masih panjang.

Pengelolaan keuangan adalah tentang menyisihkan penghasilan dan mengelolanya atau menginvestasikannya untuk menghasilkan return (tingkat pengembalian) yang tingginya mengalahkan inflasi.

Pengelolaan keuangan adalah cara menikmati hidup saat ini dengan selalu memperhatikan hidup masa depan terlebih dahulu. Ya, pengelolaan keuangan adalah tentang cara mengendalikan diri dalam memanfaatkan dan menggunakan penghasilan setiap bulan/setiap kali diterima, dengan selalu menyisihkan terlebih dahulu bagi kebutuhan dan keinginan masa depan, sebelum memenuhi kebutuhan dan memuaskan keinginan hari ini.

Pengelolaan keuangan sejatinya tentang menjalankan hidup hari ini dengan sederhana sesuai dengan kemampuan keuangan, dan senantiasa mempersiapkan kehidupan di masa depan agar tetap sejahtera. Pengelolaan keuangan bukan tentang menjadi kaya raya dalam waktu sesingkat singkatnya. Tetapi juga membuat sebuah outlook mengenai income dan kebutuhan agar kita mampu menyisihkan untuk tabungan dan investasi pada kondisi yang tak terduga. Sehingga kita mampu menentukan sikap efisiensi atau menambah sumber income yang lain.

Berikut adalah 4 manfaat dan tujuan Pengelolaan Kuangan untuk Guru:

1. Bahagia

Mengelola keuangan kita bisa merasa bahagia hari ini, dengan menikmati penghasilan yang telah kita peroleh pada kebutuhan dan keinginan hari ini, sementara sebagian penghasilan telah disisihkan bagi masa depan

2. Menghilangkan Kecemasan

Kecemasan di masa depan akan sirna, sebab kita telah mempersiapkan diri sejak dini sehingga kehidupan lebih tentram dan berkualitas.

3. Kunci Kesejahteraan di masa mendatang

Kesejahteraan di masa mendatang merupakan hasil yang kita peroleh dari penyisihan penghasilan dan pengembangannya dalam berbagai bentuk instrumen investasi.

4. Kemandirian Finansial

Terciptanya kemandirian finansial yang bebas hutang dan bisa berbagi kepada sesama yang membutuhkan melengkapi kebahagiaan.

Jadi, bisa kita tarik kesimpulan bahwa pengelolaan keuangan bukan hal yang mungkin atau tidak mungkin dilakukan dengan rentang penghasilan tertentu, tapi merupakan sebuah keharusan yang bisa mulai dilakukan sesegera mungkin. Semakin cepat kita memulai melakukan pengelolaan keuangan maka semakin cepat kita bisa memperoleh hidup yang mandiri, bahagia dan sejahtera saat ini, terlebih kala telah mencapai usia pensiun.

Kita juga memahami bahwa penghasilan tidak terus menerus akan diterima sepanjang hidup, sebalikya kebutuhan dan keinginan akan terus ada sepanjang nafas masih mengalir hingga semua orang termasuk guru perlu melakukan pengelolaan keuangan, bila ingin memperoleh hidup yang mandiri, bahagia dan sejahtera. Tunggu apalagi sahabat pendidik? mari kita kelola keuangan kita demi hari ini dan hari esok yang lebih baik.

Lalu bagaimana kita memulai untuk mengelola keuangan? untuk bagaimana cara memulai mengelola keuangan sampai jumpa lagi di Financial literasi volume selanjutnya.

Penulis
Allaily Mar’atus Sholikhah

Editor
Indra Iskandar

Sumber:
Katadata.co.id
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/11/24/kurang-literasi-keuangan-banyak-guru-terjerat-pinjol-ilegal
https://www.bps.go.id/statictable/2022/06/29/2192/rata-rata-upah-gaji-bersih-sebulan-buruh-karyawan-pegawai-menurut-pendidikan-tertinggi-dan-lapangan-pekerjaan-utama-2022.html
https://www.cnbcindonesia.com/mymoney/20220802142341-72-360498/cek-daftar-gaji-guru-sd-dan-pns-terbaru-2022
sikapiuangmu.ojk.go.id
www.idxchannel.com

Bagikan Artikel :

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Pinterest

BAGAIMANA JIKA GURU / SDM KITA TIDAK SIAP DENGAN JABATAN BARU?

Apakah kita pernah menjumpai guru / SDM kita merasa tidak siap atau tidak percaya diri dengan jabatan yang baru?  Ada beberapa alasan mengapa seseorang mungkin ...
Read More →

Bagaimana jika kita telah melatih dan mengembangkan Guru dan kemudian Mereka Keluar?

Apakah Anda sebagai pimpinan lembaga pendidikan pernah terlintas dalam pikiran atau benak Anda jika sudah melatih dan mengembangkan guru namun mereka keluar? Hal ini juga ...
Read More →

Tata Kelola Sekolah & Langkah Meningkatkan Mutu Pendidikan

Pendidikan yang berkualitas tidak hanya tergantung pada kurikulum atau fasilitas fisik, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh tata kelola sekolah yang efektif. Kuanta, sebagai lembaga konsultan ...
Read More →